Hal yang Perlu diketahui Sebelum ke Maroko

4/15/2018
Winter break bulan Desember 2017 saya rehat sejenak dari thesis dan jalan- jalan ke Maroko.  Sebelum pergi, saya tak banyak tahu tentang negeri Maghrebi ini. Kesan yang saya tangkap dari beberapa teman yang pernah traveling kesana menyiratkan kalau negara ini kurang ramah pada traveler wanita. Oya, funny story. Jadi geng jalan- jalan ke Maroko ini isinya lima orang wanita (single). Nah, kemudian kami kepikiran untuk beli cincin imitasi murah bermodel cincin kawin, supaya nggak ada orang yang iseng nglamar kami. Yaampun kami bisa segitu parnonya dulu. haha. Walaupun akhirnya kami gak ada satupun yang pakai cincin, gak ada juga tuh yang iseng nglamar2. *ini mustinya lega, apa sedih ya*
Maroko sama saja dengan tempat lain di belahan bumi ini. Manusia baiknya banyak, yang jahat juga ada. Membaca dan mendengar banyak testimoni negatif tentang Maroko membuat saya lebih waspada dan hati- hati, terutama di tempat keramaian. Alhamdulillah tidak ada hal buruk terjadi. Semua masih dalam batas wajar. Kuncinya kita harus selalu waspada, tapi juga usahakan tanpa prasangka. Ini yang saya akui susah sekali. Tapi, sebagai orang Indonesia tulen, apapun keadaannya harus kita hadapi dengan… senyuman!

fez
Welcome to Morocco!

Mengetahui hal- hal mendasar tentang tempat yang akan kita kunjungi tentunya akan sangat membantu selama perjalanan. Berikut adalah 11 hal yang harus kamu tahu sebelum datang ke Maroko, disarikan dari pengalaman pribadi dan berbagai sumber:
1. Bebas visa untuk paspor Indonesia
Bagi mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Eropa, Maroko bisa jadi opsi liburan yang murah dibanding negara Eropa yang lain. Kabar gembiranya, dengan paspor Indonesia kita bisa jalan- jalan ke Maroko selama maksimal 90 hari tanpa visa (info lengkap cek disini)
2. Bahasa Arab dan Bahasa Prancis
Dua bahasa ini digunakan secara resmi di Maroko. Jarang yang bisa bahasa Inggris kecuali mereka yang sering berinteraksi dengan turis. Selama beberapa hari pertama di Fes, kami ditemani seorang mahasiswa Indonesia yang fasih berbahasa Arab. Hidup terasa mudah. Tapi begitu pindah kota, barulah terasa adanya kendala bahasa.
Pengetahuan dasar seperti menggunakan simple phrase, sapaan dan angka dalam bahasa Arab dan Prancis akan sangat membantu selama di Maroko. Salah satunya saat naik taksi dan tawar- menawar barang. Di sebuah toko souvenir di Fes, kami malah tebak- tebakan angka dalam bahasa Arab dengan si penjual demi mendapatkan diskon.
3. Iklim dan suhu di Maroko
Secara geografis, Maroko terletak di bagian utara benua Afrika dengan bentang alam yang bervariasi. Tak hanya padang pasir (yang identik dengan Afrika) tetapi juga pegunungan dan daerah pesisir. Secara umum, Maroko memiliki iklim subtropis (empat musim) dengan variasi sesuai dengan lokasinya. Jadi sebelum ke Maroko, jangan lupa cek musim dan suhu rata- rata, apalagi jika ada rencana untuk tur ke Sahara. Perbedaan suhu di gurun antara siang dan malam bisa sangat ekstrem lho.
4. Hormati adat dan norma setempat
Poin ini rasanya universal dan berlaku di mana saja, bukan cuma saat di Maroko. Hal yang relevan untuk Maroko, antara lain tentang mengambil foto. Konon katanya orang Maroko tak suka difoto. Maka jangan sembarangan mengarahkan kamera kamu ke seseorang secara spesifik tanpa ijin yang bersangkutan. Jika ingin mengambil foto yang spesifik misalnya penjual suvenir, atau barang dagangannya ada baiknya meminta ijin terlebih dulu.
Saat di Chefchouen, seorang teman sedang mengarahkan kameranya ke sebuah bangunan mesjid. Tiba- tiba seorang bapak tua lewat dan masuk dalam frame sambil berteriak keras tak ingin difoto. Juga saat di medina Fez, saya sedang membuat video di lorong medina dengan objek yang general, tanpa mengarahkan kamera secara spesifik kepada seseorang. Tiba- tiba seorang lelaki setengah baya masuk dalam frame dan berteriak tak ingin difoto. Hal ini bisa dan mungkin terjadi, walaupun banyak juga orang yang tidak berkeberatan untuk difoto.

Chefchouen
Semoga bapak ini nggak marah fotonya ada disini

Hal lain adalah tentang tawar menawar. Jika sudah sreg dengan suatu barang dan ingin menawar, tawarlah sampai harga yang rela kamu bayar. Jangan sampai si penjual sudah setuju eh kamunya melengos pergi. Yah ini sih, gak usah jauh2 ke Maroko, saya- eh penjual bawang di pasar Bringharjo juga marah kalau di php begini.
5.Mata uang
Mata uang resmi Maroko adalah dirham. Tapi, di tempat yang biasa melayani turis seperti tour, hostel, dan restaurant di tempat wisata juga kadang bersedia menerima USD dan Euro. Kamu bisa menukar dirham di bank atau money changer, atau tarik tunai di ATM. Jangan lupa cek layanan bank kamu sebelum pergi ke Maroko.
6.Taxi Grande dan Taxi Petite
Seperti umumnya di negara berkembang, transportasi publik dalam kota belum berkembang dengan baik di Maroko. Alternatifnya adalah naik taksi. Nah, taksi di Maroko ini ada dua jenis: taksi besar (grande) dan taksi kecil (petite). Taksi besar bisa memuat sampai 6 orang, sedangkan taksi kecil maksimal 3 orang. Sebagian menggunakan argo, sebagian harus ditawar. Harganya mirip dengan harga di Indonesia. Usahakan bayar dengan uang pas. Ada satu kali dimana kami sepakat harga 150 dirham, saat tiba di tujuan kami bayar 200 dirham. Eh, sopir taksinya tiba- tiba menaikkan harga dan menolak memberi uang kembalian. Kzl.
7. Tersesat di Medina
Medina atau kota dalam bahasa Arab merupakan salah satu destinasi turis di Maroko, misalnya medina di Fez. Medina ini umumnya kota yang dikelilingi tembok/ benteng dan berfungsi sebagai pasar (souk) baik pasar untuk kebutuhan sehari- hari maupun untuk berdagang suvenir.
Jalan- jalan di dalam medina ini tricky banget, seperti berjalan di dalam labirin. Bisa masuk, susah keluar. Tersesat itu hal yang biasa.
Kalau sudah tersesat dan mulai buka- buka peta, besar kemungkinan ada orang yang datang menawarkan bantuan. Tapi hati- hati, mereka ini mungkin lagi cari duit. Bukannya diarahkan ke jalan yang benar, tapi malah digiring ke toko argan oil milik keluarga, atau ke toko kulit milik tetangga. Jika ingin bertanya sebaiknya bertanyalah pada penjual atau pemilik toko. Mereka biasanya tulus membantu tanpa embel- embel cari duit.

Keledai
Keledai sarat muatan

Lorong- lorong di medina ini sempit dan seringkali gelap. Tapi semua yang berkaki sepertinya bisa lewat. Kalau sudah mendengar teriakan balak maka saatnya minggir atau kamu siap dicium keledai. Keledai masih umum digunakan untuk alat transportasi termasuk mengangkut barang keluar masuk pasar.
8. Mint Tea, Tajine dan Couscous
Maroko adalah negara berbasis Islam, sehingga mencari makanan halal tidaklah sulit. Gerai franchise makanan seperti KFC, McD, Wok to Walk, dan Pizza Hut halal mudah ditemui.
Sekangen- kangennya dengan ayam goreng keepci, sekali dua kali makan sudah cukup untuk saya. Karena berkunjung ke Maroko tentu tak boleh melewatkan makanan khas setempat seperti tajine dan couscous, lengkap dengan mint tea.

tajine
Tajine ayam dan sayuran, rasanya mirip kari

Tajine sebenarnya merujuk pada alat masaknya, sedangkan resep makanannya bisa bervariasi dari sayuran, ayam, kambing, sapi, dll. Selain tajine dan couscous, juga ada banyak makanan terutama yang berbasis daging, seperti kefta, grilled meat, dll. Atau kalau kamu cukup adventurous, mungkin bisa juga coba daging unta.
9.Tempat syuting film-film Hollywood
Djemaa el Fna di Marrakech, Essaouira, dan Kasbah Ait ben Haddou merupakan tempat wisata di Maroko yang digunakan untuk lokasi syuting film- film Hollywood, seperti Gladiator, The Mummy, Sex and the City dan tentu saja.. Game of Thrones.
10. Bawa kartu mahasiswa
Jangan lupa bawa kartu mahasiswa karena kadang ada harga khusus untuk mahasiswa. Misalnya, saat saya ke Jardin Majorelle di Marrakech, mahasiswa cukup membayar 50% dari harga normal. Lumayan kan!
11.Souvenir khas
Kalau kamu tipe orang yang gak bisa pulang tanpa bawa cinderamata, maka baik-baik dompet kamu karena kamu akan dimanjakan dengan berbagai variasi suvenir khas. Mulai dari tas dan jaket kulit, argan oil, karpet khas suku Berber, keramik, lampu, magnet kulkas, dll. Kabar baiknya, semua harga bisa ditawar.(penulis:Amalia Rosada)


Medina Fez
Medina Fez yang penuh toko suvenir

 Note: Jika anda merupakan wisatawan, rombongan wisata, jamaah Umroh plus Maroko, wisata Maroko, Travelling, atau rombongan dosen yang membutuhkan guide/tour leader berbahasa Indonesia selama di Maroko, silahkan kirim pesan langsung kepada kami, atau kontak kami di: 

Sekedar informasi, bahwa warga negara Indonesia mendapatkan free visa selama 3 bulan kunjungan di Maroko.

Share this

"Wisata Maroko - Travel & Guide bagi wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Maroko"

Nikmati wisata anda selama  di Maroko dengan jasa bimbingan wisata kami. Wisata Maroko - Travel & Guide adalah mahasiswa Indonesia di Maroko yang menguasai bahasa Arab resmi dan dialek lokal penduduk Maroko; Darijah. sejarah dan wawasan obyek wisata di Maroko.

Related Posts

Previous
Next Post »