Tour Vita Pahlevi di Maroko

2/19/2016
Vita Pahlevi di Maroko.
Tour & Guide Maroko. Peserta tour kali ini  tamu dari Indonesia. Pada kesempatan ini peserta tour berkesempatan mengunjungi beberapa tempat wisata di Maroko, khususnya Marrakech. Diantaranya:


1. Jemaa el-Fnaa

Jemaa el-Fnaa
Terletak di pusat old city Medina. Kalau dalam bahasa kita artinya 'jamaah yang fana'. Disebut demikian karena Jemaa el-Fnaa merupakan lapangan yang luas (square) sekaligus market place yang selalu ramai dipenuhi oleh banyak orang, siang dan malam. Pada siang hari, lapangan ini biasanya dipenuhi oleh kedai-kedai yang menjual minuman tradisonal, topeng monyet, dan snake charmer. Pada malam hari, lapangan ini semakin ramai dengan para dancing-boys, story-tellers, magician, dan tentu saja kedai-kedai yang menjual makanan dan pakaian.Karena keunikannya, tempat ini dimasukkan ke dalam UNESCO Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity. Di sebelah lapangan ini, terdapat souk (pasar tradisional) yang menjual barang kebutuhan sehari-hari yang juga sering dikunjungi oleh wisatawan.


2. Koutoubia Mosque

Koutoubia Mosque
Terletak sekitar 200 meter dari Jemaa el-Fnaa, di Avenue Mohammed V, jalan yang menghubungkan Medina dan Gueliz. Koutoubia Mosque juga sering disebut dengan Jami' al-Kutubiyah dan telah ada sejak abad ke-12. Masjid ini memiliki menara yang unik, setinggi 77 meter, yang oleh penduduk Marrakesh serupa dengan Eiffel Tower di Paris. Bangunan masjid ini dihiasi oleh curved window, ceramic inlay, decorative arch, pada bagian menara terdapat spire (puncak menara) dan orb (bulatan di puncak menara), serta pada malam hari dihiasi oleh lampu dekoratif. Di sekitar masjid terdapat taman-taman dan souk (pasar tradisional) yang menjual buku-buku.


3. Majorelle Garden

Majorelle Garden
Disebut juga dengan Jardin Majorelle, terletak di Rue Yves Saint Laurent, GuelizMajorelle Gardenmerupakan botanical garden sekaligus artistic garden seluas 4,8 hektar. Taman ini didesain oleh seorang seniman Prancis, Jacques Majorelle, antara tahun 1920 hingga 1930, saat Maroko masih dikuasai oleh Prancis. Koleksi yang ada di taman ini antara lain artwork Majorelle Blue, koleksi tanaman terutaman kaktus, spesies burung endemik North Africa, serta berbagai macam kolam dan air mancur. Di taman ini juga terdapat Islamic Art Museum of Marrakech yang memiliki koleksi tekstil North Africa dari Yves Saint Laurent, pemilik taman ini sebelumnya, serta koleksi keramik, perhiasan dan lukisan karya Majorelle. Entance fee MAD 50.


4. Bahia Palace

Bahia Palace
Terletak di 5 Rue Riad Zitoun el JdidBahia Palace dulunya merupakan istana dengan 160 ruangan dan dikelilingi taman seluas 8 hektar. Dibangun pada akhir abad ke-19 dengan arsitektur khas Islam dan tradisional Maroko, dihiasi dengan ubin dan marmer. Di bagian tengah istana terdapat halaman luas (courtyard) yang dilengkapi dengan kolam. Semua ruangan dalam istana menghadap ke halaman ini. Hanya 150 ruangan yang dibuka untuk publik. Bahia sendiri merupakan nama salah satu istri sultan. Jika wisatawan datang dengan tour guide lokal, maka mereka bisa mendengar cerita tentang Bahia dan istri-istri sultan yang lain yang tinggal di istana ini. Entrance fee MAD 10.


5. El Badi Palace

El Badi Palace
Merupakan reruntuhan istana dan museum yang terletak di Ksibat NhassEl Badi Palace dulunya merupakan istana miliki Sultan Ahmad al-Mansur dari Saadi Dynasty yang dibangun pada tahun 1578. Dengan arsitektur khas Morocco, istana ini dilengkapi dengan halaman yang luas dengan teras, kolam dan taman indoor. Di bagian bawah tanah juga terdapat lorong-lorong yang bisa ditelusuri. Tempat ini bisa dikunjungi mulai pukul 8 pagi hingga 5 sore. Entrance fee MAD 10.

Note: Jika anda merupakan wisatawan, rombongan wisata, asal Malaysia/ indonesia yang membutuhkan guide di Maroko, silahkan kirim pesan langsung kepada kami, atau kontak kami di: 


Share this

"Wisata Maroko - Travel & Guide bagi wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Maroko"

Nikmati wisata anda selama  di Maroko dengan jasa bimbingan wisata kami. Wisata Maroko - Travel & Guide adalah mahasiswa Indonesia di Maroko yang menguasai bahasa Arab resmi dan dialek lokal penduduk Maroko; Darijah. sejarah dan wawasan obyek wisata di Maroko.

Related Posts

Previous
Next Post »