Tempat Wisata Menarik di Marrakech, Maroko

2/12/2016
Wisata Kota Marrakech.

Salam Traveling!

Tour & Guide Maroko. Setelah benua Asia dan Eropa, sekarang kita menuju ke benua Afrika. Dan negara pertama yang kita tuju adalah Maroko dengan kotanya yang terkenal, Marrakesh.

Marrakesh (Marrakech) adalah kota terbesar ketiga di Maroko setelah Casablanca dan Rabat. Meski demikian kota ini merupakan tujuan utama wisata di negara ini. Pada zaman dulu kota ini merupakan pusat kerajaan sehingga saat ini banyak terdapat bangunan istana, masjid, dan taman-taman dengan arsitektur khas Morroccan-style yang menarik untuk dikunjungi. 

Secara geografis, Marrakesh terletak bagian barat Maroko, di antara lembah pegunungan yang selalu bersalju, Pegunungan Atlas, dan gurun terbesar di Afrika, Gurun Sahara. Saat ini, kota ini dibagi menjadi 2 bagian yaitu: old city Medina yang penuh dengan gang-gang kecil dan toko-toko milik penduduk lokal; dan modern district Gueliz yang banyak terdapat bangunan modern, restoran fast food, dan big brand store.

Apa saja landmark dan objek wisata yang sering dikunjungi oleh wisatawan jika datang ke Marrakesh? Berikut 10 di antaranya:

1. Jemaa el-Fnaa

Jemaa el-Fnaa
Terletak di pusat old city Medina. Kalau dalam bahasa kita artinya 'jamaah yang fana'. Disebut demikian karena Jemaa el-Fnaa merupakan lapangan yang luas (square) sekaligus market place yang selalu ramai dipenuhi oleh banyak orang, siang dan malam. Pada siang hari, lapangan ini biasanya dipenuhi oleh kedai-kedai yang menjual minuman tradisonal, topeng monyet, dan snake charmer. Pada malam hari, lapangan ini semakin ramai dengan para dancing-boys, story-tellers, magician, dan tentu saja kedai-kedai yang menjual makanan dan pakaian.Karena keunikannya, tempat ini dimasukkan ke dalam UNESCO Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity. Di sebelah lapangan ini, terdapat souk (pasar tradisional) yang menjual barang kebutuhan sehari-hari yang juga sering dikunjungi oleh wisatawan.


2. Koutoubia Mosque

Koutoubia Mosque
Terletak sekitar 200 meter dari Jemaa el-Fnaa, di Avenue Mohammed V, jalan yang menghubungkan Medina dan Gueliz. Koutoubia Mosque juga sering disebut dengan Jami' al-Kutubiyah dan telah ada sejak abad ke-12. Masjid ini memiliki menara yang unik, setinggi 77 meter, yang oleh penduduk Marrakesh serupa dengan Eiffel Tower di Paris. Bangunan masjid ini dihiasi oleh curved window, ceramic inlay, decorative arch, pada bagian menara terdapat spire (puncak menara) dan orb (bulatan di puncak menara), serta pada malam hari dihiasi oleh lampu dekoratif. Di sekitar masjid terdapat taman-taman dan souk (pasar tradisional) yang menjual buku-buku.


3. Majorelle Garden

Majorelle Garden
Disebut juga dengan Jardin Majorelle, terletak di Rue Yves Saint Laurent, GuelizMajorelle Gardenmerupakan botanical garden sekaligus artistic garden seluas 4,8 hektar. Taman ini didesain oleh seorang seniman Prancis, Jacques Majorelle, antara tahun 1920 hingga 1930, saat Maroko masih dikuasai oleh Prancis. Koleksi yang ada di taman ini antara lain artwork Majorelle Blue, koleksi tanaman terutaman kaktus, spesies burung endemik North Africa, serta berbagai macam kolam dan air mancur. Di taman ini juga terdapat Islamic Art Museum of Marrakech yang memiliki koleksi tekstil North Africa dari Yves Saint Laurent, pemilik taman ini sebelumnya, serta koleksi keramik, perhiasan dan lukisan karya Majorelle. Entance fee MAD 50.


4. Bahia Palace

Bahia Palace
Terletak di 5 Rue Riad Zitoun el JdidBahia Palace dulunya merupakan istana dengan 160 ruangan dan dikelilingi taman seluas 8 hektar. Dibangun pada akhir abad ke-19 dengan arsitektur khas Islam dan tradisional Maroko, dihiasi dengan ubin dan marmer. Di bagian tengah istana terdapat halaman luas (courtyard) yang dilengkapi dengan kolam. Semua ruangan dalam istana menghadap ke halaman ini. Hanya 150 ruangan yang dibuka untuk publik. Bahia sendiri merupakan nama salah satu istri sultan. Jika wisatawan datang dengan tour guide lokal, maka mereka bisa mendengar cerita tentang Bahia dan istri-istri sultan yang lain yang tinggal di istana ini. Entrance fee MAD 10.


5. Dar Si Said Museum

Dar Si Said Museum
Terletak di Rue Riad Zitoun el Jdid, sekitar 5 menit perjalanan dari Jemaa el-Fnaa. Sama seperti bangunan lain, Dar Si Said Museum juga merupakan bangunan berarsitektur klasik khas Maroko. Museum ini menyimpan berbagai koleksi seni dan kerajinan dari zaman dulu seperti ukiran kayu, instrumen musik, karpet, pakaian tradisional, tembikar, dan keramik. Koleksi tersebut umunya berasal dari Marrakesh dan wilayah selatan seperti Tensift, High Atlas, dan Soussthe. Arsitektur museum ini hampir sama dengan Bahia Palace. Entrance fee MAD 25.


6. El Badi Palace

El Badi Palace
Merupakan reruntuhan istana dan museum yang terletak di Ksibat NhassEl Badi Palace dulunya merupakan istana miliki Sultan Ahmad al-Mansur dari Saadi Dynasty yang dibangun pada tahun 1578. Dengan arsitektur khas Morocco, istana ini dilengkapi dengan halaman yang luas dengan teras, kolam dan taman indoor. Di bagian bawah tanah juga terdapat lorong-lorong yang bisa ditelusuri. Tempat ini bisa dikunjungi mulai pukul 8 pagi hingga 5 sore. Entrance fee MAD 10.


7. Saadian Tombs

Saadian Tombs
Terletak di Rue de La Kasbah, dekat El Badi Palace, dan termasuk salah satu tempat yang banyak dikunjungi oleh wisatawan di Marrakesh. Saadian Tombs merupakan makam keluarga Sultan Ahmad al-Mansur dari Saadi Dynasty yang hidup pada tahun 1578 hingga 1603. Makam ini dulunya tersembunyi,  ditemukan pada tahun 1917, kemudian direstorasi oleh Beaux-arts service. Bangunan makam ini memiliki arsitektur khas tradisional Morocco, dikelilingi oleh taman, dan dihiasi dengan ubin dan marmer. Makam ini bisa dikunjungi mulai pukul 8 pagi hingga 4 sore. Entrance fee MAD 10.


8. Ben Youssef Madrasa

Ben Youssef Madrasa
Terletak di Kaat BenahidBen Youssef Madrasa dulunya merupakan madrasah (sekolah Islam) terbesar di Morocco. Nama 'Youssef' berasal dari nama Sultan Ali ibn Yusuf yang berkuasa di wilayah ini pada masa itu. Madrasah ini dibangun pada abad ke-14 bersamaan dengan masjid Ben Youssef yang terletak di sebelahnya. Di bangunan ini terdapat 130 ruangan asrama yang bisa menampung 900 pelajar. Sama seperti arsitektur bangunan lain, di bagian tengah asrama juga terdapat halaman (courtyard). Madrasah ini ditutup pada tahun 1960 dan dibuka kembali sebagai historical site pada tahun 1982. Entrance fee MAD 50.


9. Menara Gardens

Menara Gardens
Disebut juga dengan Jardin de la MenaraMenara Gardens terletak di Ain Mezouar, di sebelah barat Marrakesh dan merupakan pintu gerbang ke Atlas Mountain. Taman ini dibangun pada abad ke-12 oleh penguasa Almohad, Abd al-Mu'min. Dinamakan 'Menara' karena di taman ini terdapat sebuah pavilion dengan atap berbentuk piramid (menzeh) berwarna hijau, yang menyerupai menara. Pavilion ini dibangun pada abad ke-16 oleh Saadi Dynasty dan direnovasi oleh Sultan Abderrahmane untuk digunakan sebagai tempat tinggal pada saat musim panas. Di taman ini juga terdapat danau buatan yang dikelilingi kebun buah-buahan dan zaitun. Pada tahun 1985, UNESCO memasukkan taman ini ke dalam list World Heritage Site. Taman ini dibuka setiap hari mulai pukul 8 pagi hingga 7 malam. Tidak ada entrance fee.


10. Le Palmeraie

Le Palmeraie
Le Palmerie merupakan oasis di tengah gurun yang terletak di batas luar kota Marrakesh, jauh dari hiruk pikuk. Di oasis seluas 13 ribu hektar ini terdapat ribuan pohon palm yang tumbuh di atas gurun pasir. Di sini juga terdapat beberapa international hotel, resort, spa, hingga padang golf. Jadi di antara semua wisata di Marrakesh, tempat wisata inilah yang paling mahal. Tetapi wisatawan yang datang ke oasis ini umumnya hanya ingin menikmati wisata nomadic dengan mengendarai unta (camel ride) atau dengan quad bike. (myfallingsnowflakes/wisatamaroko).

Note: Jika anda merupakan wisatawan, rombongan wisata, asal Malaysia/ indonesia yang membutuhkan guide di Maroko, silahkan kirim pesan langsung kepada kami, atau kontak kami di: 

Share this

"Wisata Maroko - Travel & Guide bagi wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Maroko"

Nikmati wisata anda selama  di Maroko dengan jasa bimbingan wisata kami. Wisata Maroko - Travel & Guide adalah mahasiswa Indonesia di Maroko yang menguasai bahasa Arab resmi dan dialek lokal penduduk Maroko; Darijah. sejarah dan wawasan obyek wisata di Maroko.

Related Posts

Previous
Next Post »