Maroko Negeri 1.000 Kedai Kopi

11/24/2015
Berpetualang menyusuri Marrakesh berarti traveler bisa melihat aneka benteng bersejarah sekaligus menyicip sedapnya Kopi Maroko. Itu karena Marrakesh dikenal sebagai negeri 1.000 benteng dan kedai kopi.
Foto Femi Diah.

Selain disebut kota merah, Marrakesh juga dikenal dengan julukan kota seribu benteng dan seribu kedai kopi. Tidak sulit menemukan dua bangunan tersebut di Marrakesh.
Benteng-benteng di Marrakesh masih tegak berdiri kendati berupa bangunan kuno. Benteng-benteng itu awalnya dibangun mengelilingi kota Marrakesh. Tapi kemudian kota berkembang sehingga saat ini ada area pemukiman dan aktivitas lain di luar benteng.
Bangunan lain yang amat mudah ditemui di Marrakesh adalah kedai kopi. Beberapa tempat yang saya datangi tidak mewah, tidak berwifi, tidak ada sofa-sofa, dan tidak ber-AC. Tapi, mereka menyajikan kopi dengan serius menggunakan mesin espresso. Selain itu, televisi layar lebar selalu ada di masing-masing kafe.
“Minum kopi kan salah satu budaya orang Marrakesh, bisa jadi dari zaman Berber. Buat kami minum kopi itu bremanfaat bisa menumbuhkan daya ingat,” kata Mehdi, pemilik Mecafe yang ada di area medina.
Menurut Mehdi, kafe miliknya dan kafe-kafe di tempat lain relatif tak pernah sepi. Apalagi jika tengah pekan dan akhir pekan saat ada jadwal pertandingan klub favorit sebagian besar orang Marrakesh: Barcelona dan Real Madrid.
Di beberapa tempat, harga kopi bisa 1-4 dirham lebih mahal dari biasanya. Sebagai gambaran, kopi di salah satu kafe di kawasan Makhbazah Iyurli Daudiad dibanderol dengan nominal 7 dirham di hari-hari tanpa Barcelona dan El Real. Tapi, saat ada pertandingan harganya bisa sampai 11 dirham.
Foto Femi Diah.
“Jangan datang beberapa saat sebelum pertandingan, bisa tidak dapat tempat duduk. Kebanyakan mereka sudah datang tiga jam sebelum pertandingan,” ujar dia.
Perebutan kursi di kafe bisa makin sengit ketika laga El Clasico bergulir. Aturan di kafe pun berubah. Kebanyakan cafe hanya akan menjual satu jenis minuman: minuman botol dengan merek seragam.
“Kami harus berlangganan tv kabel untuk bisa nonton siaran langsung dan itu mahal. Lagipula kalau nonton bareng-bareng kami lebih dapat suasananya,” kata Muhammed, salah satu pengunjung.
By: Femi Diah.

Note: Jika anda merupakan wisatawan, rombongan wisata, jamaah Umroh plus Maroko, wisata Maroko, Travelling, atau rombongan dosen yang membutuhkan guide/tour leader berbahasa Indonesia selama di Maroko, silahkan kirim pesan langsung kepada kami, atau kontak kami di: 


  • Adress: Amrechich C M Nord Blog 70 NR 9 Marrakech, Maroko.
  • Email: sukmahadiadi@yahoo.com
  • Telepon: +212656865703
  • Whatsapp: +212634007045
  • PIN BB: 7F1AF9AF

Sekedar informasi, bahwa warga negara Indonesia mendapatkan free visa selama 3 bulan kunjungan di Maroko.

Share this

"Wisata Maroko - Travel & Guide bagi wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Maroko"

Nikmati wisata anda selama  di Maroko dengan jasa bimbingan wisata kami. Wisata Maroko - Travel & Guide adalah mahasiswa Indonesia di Maroko yang menguasai bahasa Arab resmi dan dialek lokal penduduk Maroko; Darijah. sejarah dan wawasan obyek wisata di Maroko.

Related Posts

Previous
Next Post »