Marrakech, Kota Wisata Terpopuler di Maroko

1/29/2015
Marrakech.
Marrakech, Kota Marrakech dijuluki Kota Merah, karena hampir seluruh gedung, hotel, rumah-rumah penduduk dan bangunan lainnya yang ada di kota ini didesain dengan warna merah yang sangat indah. Marrakech merupakan salah satu kota bersejarah yang berjarak 400 kilometer dari ibukota Rabat atau kurang 4 jam perjalanan mobil.

Di kota ini terdapat kekayaan budaya dan tempat wisata yang menjadi destinasi utama bagi turis mancanaegara, khususnya Eropa. Selain itu, keindahan kota Marrakech itu menjadikannya pilihan utama sebagai tempat penyelenggaraan berbagai konferensi dan pertemuan-pertemuan internasional di Maroko.

Maka tak heran, jika Marrakech kini menjadi kota wisata paling populer di Maroko yang bisa memberikan fantasi  dan kesenangan langsung bagi pengunjung. Bahkan para wisatawan yang kembali berkali-kali akan selalu menemukan tempat yang menarik dengan imajinasinya dan seribu cerita untuk diceritakan.

Ada beberapa tempat yang sangat menarik dikunjungi ketika anda sampai di Marrakech, kota ini menawarkan tempat-tempat bersejarah dan beberapa arsitektur serta beberapa museum.

Djemaa El-fna

Djemaa El-Fna, sebuah area di pusat kota Marrakech, di sini aktivitas seni dan budaya diapresiasikan setiap malam oleh sejumlah musisi, penari tradisional Maroko, pelawak, pendongeng dan atraksi pawang binatang dengan diiringi musik khas tradisional Maroko.

Ada juga kejaran para perempuan Maroko yang menawarkan henna (pacar/tato yang bisa bertahan lebih dari satu minggu). Anda bisa memilihnya sendiri desain tatonya berdasarkan gambar di buku yang mereka bawa.
warung-kaki-lima-di-Maroko
Bersantap di Djema El-fna. (Foto: Muannif Ridwan)

Hampir pasti para perempuan itu akan datang mendekati siapa saja, terutama yang berkunjung ke Djema el-fna ini. Mereka berlomba-lomba untuk menarik perhatian para pengunjung sepanjang sore hingga larut malam. Bahkan Setiap malam di tempat ini selalu ada keriuhan, kegembiraaan  dan hiburan yang ditunjukkan oleh hampir semua orang yang ada di sana.

Masjid Koutoubia

Masjid ini terletak pas di samping kanan Djema el-Fna. Penamaan Koutoubia berawal dari saat sebelum dibangunnya masjid tersebut. Konon, bahwa lokasi yang saat ini menjadi lokasi masjid adalah tempat para penjual buku atau kuotoub (ejaan Perancis) yang menawarkan buku baru maupun bekas.

Setelah berdiri dengan megah lengkap dengan taman dan ruang parkir yang luas, masjid kebanggaan warga Marrakech ini diberi nama Masjid Koutoubia.

Jika datang malam hari, menara Masjid Koutoubia menjadi pemandangan yang sangat menarik karena warna-warni nyala lampunya, hingga orang sekitar menyebutnya sebagai menara Eiffelnya kota Marrakech.

Masjid ini juga dikelilingi oleh taman yang luas dan indah. Menjelang maghrib tempat ini selalu dipadati oleh wisatawan dan warga setempat sambil menanti adzan maghrib dikumandangkan.

Souk Tradisional

Souk (pasar) tradisional ini lokasinya masih dalam satu kawasan dengan Djema el-Fna. Meskipun tidak jauh berbeda dengan kebanyakan pasar tradisional di kota-kota Maroko yang lain, ada baiknya Anda tidak melewatkan kunjungan ke pasar tradisional Marrakech ini.

Di sini pengunjung bisa membeli hampir semua hal, dari rempah-rempah, sandal dan sepatu kulit khas Maroko, baju kaftan dan Jallaba (pakaian khas Maroko dengan kain sambungan penutup kepala) dan lain-lain.

Di pasar ini Anda tak perlu khawatir jika tak bisa berbahasa Arab. Di sini anda bisa juga berkomunikasi dengan bahasa Inggris, karena para penjualnya banyak bisa berbahasa Inggris. Atau cukup tunjuk saja jenis makanan atau barang yang Anda inginkan. Tak perlu khawatir akan harga, karena biasanya sudah tercantum dalam gambar dan harganya pun cenderung murah.

Majorelle Gardens

Taman Majorelle ini menawarkan koleksi tanaman dari seluruh dunia, termasuk aneka macam tanaman kaktus. Di taman ini disediakan juga tempat peristirahatan yang sangat baik dan damai serta jauh dari kebisingan dan hiruk-pikuk suasana kota.

Dengan tarif 40 Dirham, Anda bisa menjadikan tempat ini untuk menghindar dari keramaian kota Marrakech. Di dalamnya juga terdapat Museum Seni Islam yang tentunya dengan tambahan dirham yang lain.

Istana Bahia

Istana Bahia merupakan sebuah istana yang catik dan menawan. Di pintu masuk istana ini, dengan sangat mudah Anda bisa menemui para guide yang bersedia mengantarkan dan menjelaskan tentang sejarah dan keindahan istana yang dibangun awal abad ke 19 ini.

Untuk sebagian pengunjung, di sini juga bisa melihat kucing-kucing liar yang kerap ditemui di sudut-sudut istana. Hal ini menjadi daya tarik lain dan keunikan istana yang dilengkapi dengan taman pohon pisang ini. Hanya dengan tarif 10 Dirham, Anda dapat menikmati keunikan dan suasana alami Istana Bahia.

Istana Badi

Istana Badi dibangun antara tahun 1578 dan 1594 untuk melayani tamu-tamu Raja Sa’did Ahmad al-Mansur yang berkuasa dari tahun 1578-1603 M.

Nama istana ini berasal dari “al-Badi”, yaitu salah satu nama dari Asmaul Husna yang berarti “yang tak tertandingi”. Konon, Istana Badi ini diakui secara luas sebagai sebuah prestasi arsitektur yang spektakuler dan termegah di Maroko.

istana-badi-di-Maroko
Istana Badi. (Foto: Muannif Ridwan)

Adapun arsitektur Maroko pada masa pemerintahan Raja Sa’did Ahmad al-Mansur sangat dipengaruhi oleh tradisi dekoratif Andalusia (Spanyol), dan Istana Badi ini merupakan perpaduan artistik budaya Islam di Spanyol dan Afrika Utara.

Pegunungan Salju

Pegunungan salju merupakan salah satu obyek wisata menarik di Kota Merah ini, lokasinya bernama Oukaimeden. Untuk menuju puncak Oukaimeden, Anda memerlukan waktu 1,5 jam dengan menggunakan mobil dari kota Marrakech. Di sana Anda bisa menyaksikan hamparan salju di lereng gunung dan lokasi sekitarnya.

Dengan membayar 25 Dirham, Anda bisa menaiki kereta gantung. Dari atas kereta Anda bisa melihat hamparan salju yang begitu luas. Anda juga bisa menyaksikan para pemain ski yang melompat dari atas gunung salju. Sekadar info bagi Anda yang ingin berkunjung ke tempat ini alangkah baiknya dilakukan pada bulan Desember atau Januari.

Selama ini Marrakech dikenal memiliki tingkat kriminalitas yang rendah. Namun demikian Anda harus tetap waspada dan berhati-hati ketika berada di kawasan wisata kota ini. Terutama di pasar malam Djemaa el-Fna. Banyaknya kasus pencurian di tempat ini karena pengunjung yang datang silih berganti.

gunung-salju-di-Maroko
Lereng gunung salju di Oukaimeden Marrakech. (Foto: Muannif Ridwan)

Satu hal yang perlu Anda perhatikan adalah memastikan barang-barang berharga disimpan di tempat yang aman. Selamat menikmati jalan-jalan di kota Marrakech yang memesona!

Sumber: kompas.com

Share this

"Wisata Maroko - Travel & Guide bagi wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Maroko"

Nikmati wisata anda selama  di Maroko dengan jasa bimbingan wisata kami. Wisata Maroko - Travel & Guide adalah mahasiswa Indonesia di Maroko yang menguasai bahasa Arab resmi dan dialek lokal penduduk Maroko; Darijah. sejarah dan wawasan obyek wisata di Maroko.

Related Posts

Previous
Next Post »